Info Konsumen, Seputar Rumahaqiqah

Wajib Tahu! Perbedaan Mendasar Zakat, Infaq, dan Shodaqoh

Umat Islam tentu familiar dengan seruan zakat, infaq, dan shodaqoh. Namun, apakah Anda sudah memahami perbedaan ketiganya? Jika belum, simaklah artikel berikut ini!

Di tengah bangsa dengan mayoritas muslim seperti Indonesia, setiap orang bisa dengan sengaja maupun tidak sengaja, memperoleh informasi terkait syariat Islam. Dampak positifnya, istilah-istilah yang digunakan dalam syariat Islam menjadi amat familiar dalam masyarakat kita. Namun, rupanya tidak banyak yang benar-benar memahami makna dari setiap istilah tersebut.

Salah satu contohnya, terkait zakat, infaq, dan shodaqoh. Kendati sering diucapkan, perbedaan antara tiga perkara tersebut masih dipertanyakan oleh sebagian umat Islam. Lantas, bagaimana dengan Anda? Apakah Anda telah benar-benar memahami perbedaan ketiga istilah tersebut?

Untuk menjawab persoalan ini, kita harus kembali pada Al-Qur’an dan hadits. Mari meninjau dalil-dalil yang mendasari seruan atas zakat, infaq, dan shodaqoh.

1. Zakat

Menunaikan zakat merupakan salah satu rukun Islam yang wajib ditunaikan sesuai kemampuan. Zakat terlaksana secara spesifik, dari segi syarat, waktu, hingga alokasi penerimanya. Kekhususan inilah yang membedakan zakat dari infaq dan shodaqoh.

Segala jenis zakat, baik berupa zakat fitrah, zakat penghasilan, zakat pertanian, dan sebagainya, wajib diberikan kepada delapan asnaf yang tercantum dalam Q.S. At-Taubah:60,

“Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”

“Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’.” (Q.S. Al-Baqarah:43)

2. Infaq

Yaitu mengeluarkan atau menafkahkan harta yang bersifat materiel, baik berupa zakat maupun tidak termasuk zakat. Infaq berupa zakat, bisa disebut sebagai infaq wajib. Adapun infaq wajib, bisa karena kafarat, fidyah, nadzar, dan sebagainya. Sedangkan, infaq kepada anak yatim, pembangunan masjid, korban bencana alam, dan berbagai kepentingan lain tergolong infaq sunnah. Penerima harta infaq tidak harus spesifik seperti dana zakat.

“Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (Q.S. Al-Baqarah:274)

3. Shodaqoh

Jika berbicara mengenai cakupan shodaqoh, maka akan lebih luas dari infaq dan zakat. Shodaqoh harta bisa disebut sebagai infaq, dan zakat pun termasuk shodaqoh harta wajib, sebagaimana infaq wajib. Sementara itu, di luar makna zakat dan infaq, shodaqoh juga bisa mencakup pemberian non materiel, berupa tenaga bahkan ucapan yang baik.

Dalam sebuah hadits riwayat Muslim, kepada orang miskin yang cemburu pada orang kaya yang bisa bershodaqoh dengan harta yang melimpah, Rasulullah SAW bersabda:

“Setiap tasbih adalah shodaqoh, setiap takbir shodaqoh, setiap tahmid shidaqih, setiap tahlil shodaqoh, amar ma’ruf shodaqoh, nahi munkar shodaqoh, dan menyalurkan syahwat pada istri juga shodaqoh.”

“Kata-kata yang baik adalah shodaqoh.” (H.R. Al-Bukhari no. 2707 dan H.R. Muslim no. 2332)

“Senyumanmu di wajah saudaramu adalah shodaqoh.” (H.R. At-Tirmidzi no. 1956)

Sehingga, bisa dikatakan bahwa segala upaya yang bisa membawa kemudahan atau kebaikan pada diri orang lain dan lingkungan sekitar, dapat dikategorikan sebagai shodaqoh.

Sampai di sini, telah jelas perbedaan dan hubungan antara zakat, infaq, dan shodaqoh.

Maka, atas dasar keistimewaan dan keutamaan infaq dan shodaqoh, terutama di bulan Ramadhan, Rumah Aqiqah membuka kesempatan kepada Anda yang hendak melaksanakan aqiqah dengan pahala berlipat ganda. Terdapat “Paket Aqiqah untuk Berbuka Puasa”, yang dalam pelaksanaannya, sembelihan aqiqah Anda akan diolah menjadi menu berbuka puasa untuk anak yatim.

Dengan begitu, aqiqah yang Anda tunaikan insyaaAllah akan mengandung multipahala, antara lain:

  • menunaikan aqiqah sesuai syariat Islam,
  • mengasihi anak yatim,
  • shodaqoh,
  • memberi makanan untuk berbuka puasa,
  • dan kebaikan lain yang menyertainya.

Segera hubungi Rumah Aqiqah untuk keterangan lebih lanjut. InsyaaAllah mudah dan berlimpah berkah.

Ingat Rumah Aqiqah, untuk aqiqah bernilai sedekah.