Info Konsumen, Seputar Rumahaqiqah

6 Persiapan Penting untuk Mudik Bersama Balita

Mudik bersama keluarga, terutama jika balita ikut serta, memerlukan persiapan matang. Maka, pastikan Anda tidak melewatkan 6 persiapan mudik paling penting berikut ini!

Kembali ke kampung halaman, silaturahim dengan keluarga besar, menguatkan jalinan kekerabatan, menjadi suatu hal yang penting bagi masyarakat. Mudik, menjadi momen euforia tahunan yang memengaruhi pola kehidupan, bagi hampir semua kalangan. Meski dalam syari’at Islam, tidak ada kewajiban untuk saling mengunjungi selama Idul Fitri, kegiatan ini menjadi corak yang khas dalam interaksi bangsa Indonesia.

Rasulullah SAW bersabda: Barang siapa ingin dibentangkan rezekinya dan dipanjangkan usianya, hendaknya menyambung tali silaturahim. (H.R. Bukhâri dan Muslim)

Hanya saja, kemeriahan tradisi mudik mengandung konsekuensi. Perjalanan menuju ke kampung halaman, di tengah kemacetan jalan raya dan kepadatan mobilisasi manusia, menjadi tantangan tersendiri. Moda darat, laut, dan udara, ramai diserbu. Waktu, biaya, dan tenaga dikerahkan demi bertemu sanak saudara di rentang waktu cuti dan libur sekolah.

Maka, bagi Anda yang hendak melakukan perjalanan mudik bersama keluarga, rencanakan dan persiapkan dari jauh hari. Terlebih, apabila Anda membawa anggota keluarga yang masih bayi atau balita. Segala kebutuhan rutin maupun dadakan, harus Anda pikirkan agar perjalanan berlangsung aman dan lancar, insyaa Allah.

Nah, apa saja persiapan penting untuk mudik bersama balita? Berikut ini daftarnya!

1. Memilih sarana transportasi.

Kenyamanan, suasana, serta waktu tempuh, ditentukan oleh sarana transportasi yang hendak Anda pilih. Sebisa mungkin, hindari keramaian massa apabila mudik bersama keluarga, apalagi dengan membawa serta bayi atau balita. Lebih baik lagi, jika Anda menggunakan kendaraan pribadi. Dengan begitu, intensitas perjalanan bisa menyesuaikan dengan kondisi, kebutuhan, dan keinginan setiap anggota keluarga. Dan, kalaupun Anda terpaksa menggunakan angkutan publik yang padat, pastikan kebutuhan dan keinginan bayi atau balita bisa dipenuhi dan telah tersedia.

2. Membuat daftar barang bawaan

Selain dapat membantu Anda untuk mengingat daftar barang bawaan dengan lebih baik, melalui checklist Anda bisa memilih dan memilah tingkat kepentingan setiap barang. Keep it simple. Sesuaikan dengan durasi perjalanan, cuaca, dan kondisi jalan.

Berikut ini kebutuhan esensial yang umumnya akan dibutuhkan:

  • Alat transaksi:

    uang tunai secukupnya ATM/kartu debit, kartu e-toll, dan semacamnya.

  • Dokumen penting:

    KTP/kartu identitas, SIM, STNK, kartu asuransi, dan dokumen lain sesuai keperluan.

  • Pakaian:

    sesuaikan dengan durasi mudik, cuaca, dan kegiatan di tempat tujuan.

  • Perlengkapan harian:

    toiletries, handuk kecil, tisu, kacamata, dan semacamnya.

  • Barang elektronik/gawai:

    yang dilengkapi dengan perangkat pendukung lain seperti charger, headset, atau modem, apabila diperlukan.

  • Peralatan penunjang:

    berupa alat/wadah makan dan minum, cooler, P3K, senter, payung, jas hujan, kantong plastik, bantal leher, dan hiburan (buku, permainan, dan lain-lain).

  • Keperluan bayi dan/atau balita:

    pospak, clodi, penutup kepala, gendongan, selimut, tisu basah, makanan/minuman bayi, kaos kaki, sandal/sepatu, mainan, toiletries, dan lainnya.

3. Menyesuaikan Rutinitas Harian

Hindari tergesa-gesa dalam persiapan keberangkatan maupun selama perjalanan. Jaga ritme kegiatan yang menjadi rutinitas anak, bayi/balita sebelum berangkat. Perubahan suasana dan jadwal harian bisa jadi membuat anak Anda merasa kebingungan dan tidak nyaman. Jika demikian, ikhtiarkan untuk memenuhi kebutuhan hariannya seperti biasa, sewajar mungkin, agar bayi/balita tetap tenang, serta dapat tidur dan makan tanpa kendala berarti.

4. Membuat to do list dan jadwal

Menjelang hari H, Anda sangat mungkin kerepotan dengan keperluan anak-anak, terutama bayi/balita yang ikut mudik. Maka, agar tidak sampai melupakan hal-hal penting lainnya, buat to do list dan jadwal sebagai pengingat. Tentukan tanggal yang tepat untuk mudik berdasarkan jadwal hari libur seluruh anggota keluarga. Setelah mencari informasi terkait rute dan armada, sempatkan pula untuk menyiapkan bingkisan untuk sanak saudara. Dan yang tak kalah penting, pastikan rumah Anda telah aman dan siap untuk ditinggalkan saat hari H.

5. Menjaga kesehatan dan semangat Ramadhan

Euforia mudik kadangkala menyenangkan sekaligus merepotkan. Hanya saja, ingat selalu pada esensi bulan Ramadhan dan kondisi kesehatan Anda. Mudik, hanya sekadar tradisi yang telah mengakar di masyarakat. Persiapkan sedikit demi sedikit agar perhatian Anda tidak terlalu tercurah ke arah sana. Karena, keindahan silaturahim hanya akan terasa apabila hati dan kesehatan Anda senantiasa terjaga. Terlebih jika urusan dan fokus Anda tersita oleh kehadiran bayi/balita.

6. Berbekal doa safar

Ikhtiar yang manusia lakukan, hasilnya hanya akan ditentukan oleh segala yang telah Allah SWT tetapkan. Maka, mengingat-Nya setiap waktu merupakan suatu keharusan. Salah satunya, membekali diri dengan doa safar:

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ سُبْحَانَ الَّذِيْ سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِيْنَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُوْنَ . اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِي سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى وَمِنْ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى. اللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ . اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ وَالْخَلِيفَةُ فِي اْلأَهْلِ . اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ وَسُوءِ الْمُنْقَلَبِ فِي الْمَالِ وَاْلأَ هْلِ

Allah Maha besar (3x). Maha suci Rabb yang menundukkan kendaraan ini untuk kami, sedang sebelumnya kami tidak mampu. Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Rabb kami (di hari Kiamat). Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kebaikan dan ketakwaan dalam perjalanan ini, kami mohon perbuatan yang engkau ridhai. Ya Allah, permudahlah perjalanan kami dan perpendek jaraknya bagi kami. Ya Allah, Engkaulah pendampingku dalam perjalanan dan yang mengurusi keluargaku. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kepayahan dalam perjalanan, pemandangan yang menyedihkan dan keadaan kepulangan yang buruk dalam harta dan keluarga. (H.R. Muslim)

Dengan mengucapkan doa tersebut sepenuh hati, Anda pun telah meyakini kekuasaan Allah SWT. Yang dalam lindungan-Nya, semua akan baik-baik saja. Insyaa Allah.