Info Konsumen, Seputar Rumahaqiqah

Penting, 7 Persiapan Melahirkan Demi Kesehatan Ibu dan Bayi

Wajib baca, inilah poin-poin penting yang harus Anda persiapkan dalam menyambut kelahiran bayi. Ikhtiar maksimal, untuk kesehatan ibu dan bayi yang optimal.

Bagi para tenaga kesehatan, keselamatan ibu dan bayi saat proses persalinan merupakan prioritas utama. Melahirkan dengan metode apapun, harus berdasarkan pada landasan medis yang kuat. Tentu saja, pihak keluarga pun memiliki kewajiban untuk turut menyokong dan memberi dukungan moril, serta materil. Karena, kebutuhan yang tercukupi, akan memberi rasa aman dan nyaman bagi ibu dan bayi.

Namun, selain pengaruh eksternal, proses persalinan juga membutuhkan kekuatan internal dari dalam diri sang calon ibu. Persepsi dan ekspektasi yang baik juga harus terbentuk, karena pikiran yang tenang akan menjadi penopang kesehatan.

Maka, agar momen berharga ini berlangsung lancar dan penuh keberkahan, maksimalkan segala ikhtiar untuk  persiapan melahirkan, antara lain:

1. Asupan yang baik.

Tidak hanya sebagai persiapan menjelang melahirkan, asupan bergizi tinggi juga sebaiknya tercukupi sejak awal kehamilan. Pasalnya, nutrisi ibu hamil berkaitan erat dengan perkembangan janin dan tumbuh kembang anak di masa depan. Namun, ini tidak berarti ibu hamil harus makan dua porsi untuk memenuhi kebutuhan dua orang, melainkan wajib melengkapi makronutrien dan mikronutrien dalam makanan harian.

Mikronutrien, terdiri dari vitamin dan mineral. Sedangkan, makronutrien yang mengandung kalori, terdiri atas karbohidrat, protein, dan lemak. Pada trimester kedua dan ketiga, ibu hamil memerlukan tambahan 300 kalori dari kondisi biasa.

Sementara itu, kandungan paling penting yang baik bagi janin, antara lain 1000-1200 mg kalsium, 600-800 mikrogram asam folat, dan 27 miligram zat besi. Penuhi asupan cairan dan berbagai gizi melalui air putih, sayuran hijau, ikan, kacang-kacangan, dan buah-buahan. Pastikan ibu hamil menghindari minuman beralkohol, soda, kafein, dan seafood yang mengandung merkuri atau logam berat.

2. Mental yang kuat.

Kondisi kejiwaan calon ibu menjadi satu perkara penting yang harus dijaga. Setelah ikhtiar dengan asupan gizi dan olahraga, ibu hamil pun perlu menata hati dengan serangkaian doa dan ibadah. Para calon orang tua ada baiknya terus mendekatkan diri kepada Allah SWT, karena hanya Dia yang memegang kuasa dan keputusan atas proses kehamilan hingga persalinan.

Dialah, penggenggam nyawa setiap makhluk-Nya. Anda wajib optimis dan berprasangka baik atas fitrah yang telah ditetapkan oleh Allah SWT. Ikhlas, dan semoga setiap prosesnya menjadi sumber pahala berlipat ganda.

3. Dukungan suami dan keluarga.

Selain ikhtiar pada diri ibu hamil, suami dan keluarga besar memegang andil besar dalam persiapan melahirkan. Berilah siraman motivasi dan optimisme kepada calon ibu untuk menjaga mood dan perasaannya. Berikan perhatian, pengertian, sekaligus bantuan pada pekerjaan yang sulit ia lakukan, terutama jika ibu hamil mengalami suatu komplikasi medis. Siap siaga, dan terus mendoakan yang terbaik bagi seluruh keluarga Anda.

4. Catatan medis dan tenaga kesehatan.

Ketahui kondisi kesehatan ibu dan janin dengan aktif berkonsultasi pada bidan atau dokter kandungan. Ingat, catatan medis menjadi komponen penting dalam penentuan cara dan tempat bersalin. Apabila tidak ada indikasi medis yang menjadi hambatan, usahakan proses melahirkan berlangsung sealami mungkin dengan pertolongan bidan atau dokter. Namun, jika terdapat suatu kondisi yang menghalangi, selalu utamakan keselamatan ibu dan bayi.

Ada baiknya, penentuan tenaga kesehatan yang akan menjadi penolong persalinan, masuk dalam daftar persiapan melahirkan. Anda bisa memilih bersalin di rumah sakit, klinik, maupun Puskesmas PONED. Yang terpenting, keputusan tersebut telah didiskusikan dengan dokter atau bidan dengan mempertimbangkan rekam medis selama kehamilan.

5. Perlengkapan ibu dan bayi.

Melahirkan menjadi suatu momen besar yang cukup membuat was-was, terutama bagi para orang tua muda. Berbagai perlengkapan disiapkan untuk menyambut kehadiran anak pertama. Namun tak jarang, perlengkapan yang telah dibeli dan dibawa terlalu berlebihan dan tidak sempat digunakan. Apalagi, jika Anda telah mendapat baju bayi preloved atau diberi kado.

Maka, buat daftar atau checklist segala persiapan melahirkan. Bertanyalah pada teman atau saudara yang lebih berpengalaman. Yang terpenting, ketika akan bersalin, bawalah kelengkapan administrasi, perlengkapan ibu, dan perlengkapan bayi yang akan lahir dalam jumlah secukupnya, agar tidak berat dan kerepotan.

6. Dana yang cukup.

Meski kini ada asuransi yang dapat memberi akses pelayanan kesehatan pada setiap lapisan masyarakat, Anda tetap perlu menabung dan menyiapkan sejumlah dana. Terutama, dalam rangka mencukupi asupan gizi, serta perlengkapan ibu dan bayi.

Namun, apabila Anda tidak berada dalam kelapangan rezeki, yakinlah akan jaminan rezeki setiap manusia dan berdoalah kepada Allah SWT. Hanya Dia yang Maha Kuasa dan Maha Pemberi Rezeki pada setiap makhluk di muka bumi.

7. Amanah pasca kelahiran.

Setelah bayi terlahir ke dunia, terdapat suatu tanggung jawab yang disunnahkan untuk ditunaikan oleh para orang tua, yaitu ibadah aqiqah. Sesuai syariat, satu ekor kambing untuk anak perempuan dan dua ekor kambing untuk anak laki-laki.

Kendati demikian, Islam senantiasa memudahkan. Anda bisa menggunakan jasa Rumah Aqiqah dalam penyelenggaraan aqiqah putra/putri Anda. Terdapat berbagai pilihan paket aqiqah, lengkap, yang bisa Anda sesuaikan dengan budget dan kondisi. Apalagi, kini terdapat paket aqiqah bernilai sedekah, yang bisa Anda manfaatkan untuk meraih pahala berlipat ganda. Anda tidak perlu khawatir atau ragu, karena Rumah Aqiqah siap membantu.

Yang utama, semoga ibu dan bayi, serta seluruh keluarga Anda dalam kondisi sehat, serta selamat dunia dan akhirat.